2024-05-03

Pengukuran Return Investasi.

 Akhir setelah dari tahun 2013 saya berinvestasi di saham saya baru mempelajari bagaimana caranya mengukur kinerja hasil investasi. Maklum tidak sekolah investasi dan tidak mempunyai pembimbing dalam berinvestasi.

Baiklah sebut saja saya punya 6 alokasi dana kelolaan dikarenakan saya sering menambah jumlah dana kelolaan atau menarik dana kelolaan maka saya menggunakan sistim NAB untuk menghitung kinerja dana kelolaan saya.
berikut 6 alokasi dana kelolaan per tanggal 3 Mei 2024 dihitung dari harga perolehan saham:

Nama alokasi                        Unit                 NAV              

307271                          1.000.000          Rp     3.645,72                    
330052                          1.040.360          Rp     1.238,85                   
M8BB52                         1.000.000          Rp        233,85                        
M2DA01                         1.000.000          Rp          63,85
T01033297                     1.000.000          Rp          29,00
MF6FA9                          1.000.000          Rp            4,06 



2024-05-01

Reorganize Portofolio Q1 2024

30 April kemarin hampir semua Emiten mengumumkan kinerjanya selama q1 2024, saatnya untuk mengatur ulang isi portofolio.

berikut komposisi portofolio saya saat ini:
saya lebih menganut profile porto terkonsentrasi dapat dilihat dari diagram diatas.
ok, langsung saja pada pembahasan reorganize portofolio.

1. ACES
    ACES menduduki tempat no 1 didalam komposisi portofolio saya dengan komposisi 64% dari total portofolio, saya masih yakin dengan kinerja managemen setelah turn around pada q4 2022 ACES terus mencetak pemulihan baik dalam pendapatan maupun laba bersih. dalam laporan keuangan periode q1 2024 ACES mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29% seiring dengan kenaikan pendapatan kwartalan dari 1,66T di q1 2023 menjadi 1,95T di q1 2024, dapat di lihat pada tangkapan layar laporan keuanga ACES dibawah.
untuk ACES saya tetap hold namun tidak menambah muatan lagi, selama kinerja masih menunjukkan pertumbuhan yang kuat ACES masih layak untuk di koleksi.

2. BIRD
    BIRD menduduki posisi ke 2 dalam jumlah portofolio saya, untuk BIRD sendiri dikarenakan tekanan dari beban royalti maka laba bersih BIRD secara Yoy turun dari 125,8M menjadi 117,2M atau setara dengan eps 49 menjadi 46.
Beban royalti BIRD pada q1 2024 sebesar 20,4M dimana pada tahun lalu tidak ada beban licensi merk. sebetulnya tanpa beban royalti merk laba bersih BIRD bertumbuh dari 125,8M menjadi 137,6M seiring dengan pendapatannya yang naik dari 1,046T menjadi 1,12T namun sepertinya kenaikan pendapatan ini masih belum bisa menutupi beban royalti merk BIRD. meskipun secara valuasi pbv BIRD berada pada nilai 0,7x harga sahamnya menurut saya sudah price in rentang untuk kenaikan harga sahamnya kecil mengingat kinerja dan beban royalti BIRD tidak sejalan.
untuk BIRD saya akan keluarkan dari portofolio saya untuk saat ini pada posisi cutloss.

3. SMRA
kinerja SMRA pada q1 2024 menorehkan prestasi yang cukup baik, disebabkan insentif PPN dari pemerintah selama 2023.
Pendapatan SMRA mengalami kenaikan dari 1,499T menjadi 2,133T.
Laba bersih pun mengalami kenaikan dari 271,7M menjadi 441,3M atau setara dengan eps 16,46 menjadi 26,74. 
program insentif PPN rumah dari pemerintah masih berlangsung sampai periode Juni 2024 sebesar 100% dan periode juli-desember 2024 pembebasan PPN senilai 50%. 
Dengan adanya program insentif yang masih berlanjut sampai Juni 2024 ekspektasi saya pendapatan SMRA pun masih akan membaik dibanding pendapatan SMRA q2 2023.
Pada q2 2023 SMRA mencetak laba bersih 244M atau setara eps 10. angka ini seharusnya akan dengan mudah dilewati oleh SMRA pada kwartal 2 2024.
secara teknikal SMRA saat ini sedang berada di area support kuatnya di harga sekitar Rp 500, dengan keluarnya laporan keuangan yang baik seharusnya SMRA dapat menjadi salah satu emiten yang harga sahamnya mengalami turn around.


untuk SMRA saya tetap akan hold dan menambah muatan.

4.SIDO
    SIDO sebagai emiten yang masuk kedalam portofolio saya setelah LK q1 2024nya keluar. Setelah mengalami tekanan pada q2 dan q3 2023, SIDO mencatatkan pembalikan kinerja sejak q4 2023 dan berlanjut pada q1 2024.
Meskipun harga sahamnya sudah naik dari kisaran 500 menjadi 730 pada saat tulisan ini dibuat tetapi berdasarkan laporan keuangan terakhir SIDO pada kwartal pertama sudah berhasil mengumpulkan laba bersih sebesar 390M naik dari tahun sebelumnya sebesar 300M atau setara eps 10 menjadi 13.

Laba terbaik SIDO pada tahun 2021 sebesar 1,261T, dengan perolehan 390M pada kwartal pertama 2024 sepertinya tidak terlalu sulit bagi SIDO untuk kembali mencetak laba bersih melampaui rekornya ditahun 2021. 
Disamping itu untuk kwartal 2 2023 SIDO hanya mencatakan laba bersih sebesar 148M atau setara eps 5, seharusnya akan sangat mudah bagi SIDO untuk melampaui kinerja q2 2023.

untuk SIDO saya akan hold dan menambah bobot secara berkala.

5. UNVR
    Well siapa yang tidak tahu Unilever dan beritanya selama beberapa tahun belakang termasuk berita boikot produk unilever setelah perang israel-palestina pecah. Sudah beberapa tahun belakangan UNVR mengalami tekanan pada kinerja perusahaan sejak covid melanda dan masih belum bisa turn around sampai pada akhir 2023 diperparah dengan boikot produk unilever.
harga sahamnya pun terjun bebas dari Rp 8000 sampai Rp 2500. Pada desember 2023 unilever mengganti direktur utamanya, apakah dengan direktur baru ini kinerja Unilever bisa diperbaiki? jawabannya tidak ada yang tahu, hanya waktu yang bisa menjawab.

ok kembali pada laporan keuangan unilever q1 2024, sebetulnya tidak terdapat kenaikan kinerja yang cukup significant dari UNVR secara Yoy tapi jika di lihat secara MoM UNVR mencatatkan kinerja yang bagus, apakah ini menandakan boikot produk UNVR sudah berakhir atau dikarenakan tangan dingin dari direktur utamanya yang berhasil membalikkan kinerja UNVR. Market sendiri sepertinya merespon positif dengan laporan keuangan q1 2024 UNVR karena sejak pengumuman LK q1 2024 nya harga saham UNVR berhasil rebound dari Rp 2330 menjadi 2620 pada saat tulisan ini dibuat. 
Dengan nama besar UNVR market akan sangat sensitif terhadap perubahan kinerja UNVR ke arah yang lebih baik, sedikit saja perbaikan kinerja dari UNVR maka akan di respon dengan kenaikan harga saham yang cukup tinggi.
Namun pembalikan kinerja ini baru terjadi di q1 2024 masih perlu konfirmasi pada q2 2024 tapi apakah akan terlambat jika masuk UNVR pada q2 2024?
silahkan lakukan riset anda sendiri.

untuk UNVR saya tetap akan hold dan kemungkinan menambah bobot sedikit demi sedikit.

6.BSDE
BSDE sebagai emiten properti juga hampir sama dengan SMRA diuntungkan oleh program insentif PPN rumah yang digadang oleh pemerintah. BSDE sebagai alternatif dari SMRA penjelasannya pun tidak jauh berbeda dengan SMRA. namun untuk emiten properti saya tidak berencana untuk hold lebih dari 12 bulan.

Tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst.













2024-04-23

Data Penjualan ACES Maret 2024 ~710M

 Data Penjualan ACES Maret 2024 sudah keluar, dapat dilihat pada tangkapan layar Stockbit dibawah.


Dari data diatas maka penjualan indikatif ACES selama Q1 2024 adalah 1,975T  vs  1,702T Q1 2023.
Penjualan ACES secara persentase naik 16,4% dibanding tahun 2023


Jika ACES dapat mempertahankan kenaikan kinerja yang moncer seperti ini semoga di akhir tahun 2024 ini harga saham ACES dapat kembali mencetak ATH.

Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 

2024-04-04

Laba Bersih BIRD 2023 452,9M

Blue bird sudah mengumumkan Laporan Keuangan tahunan 2023, secara tahunan laba Blue bird naik dari 358,3M menjadi 452,9M. dapat dilihat pada tangkapan layar dibawah.


Namun pada Q4 2024 muncul biaya Lisensi merk sebesar 2% dari pendapatan dapat dilihat pada tangkapan layar dibawah, ini sudah sesuai dengan perjanjian awal ketika BIRD IPO bahwa pada tahun ke-10 akan ada biaya lisensi sebesar 2%.
Biaya ini baru muncul di agustus 2023 sampai seterusnya dan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan biaya ini ditinjau ulang dan ada kemungkinan naik. 
biaya lisensi ini akan mengurangi Laba bersih Bird untuk tahun-tahun berikutnya. Cukup membebankan.
Jika diasumsikan kinerja BIRD tidak berubah ditahun 2024 maka pendapatan 4,4T dikenakan biaya 2% senilai 88M yang akan dibebankan di Q4 setiap tahunnya.
Mari kita lakukan perhitungan, 
Laba Bird 2023 tanpa dikenakan biaya lisensi adalah 452,9M + 36M = 488,9M 
maka sisa Laba bersih BIRD di tahun 2024 dengan asumsi kinerja sama dengan tahun 2023 tersisa 488,9M- 88M = 400,9M saja.

Managemen BIRD mempunyai PR yang cukup berat untuk dapat menaikkan kinerja perusahaannya sebesar 20% di tahun 2024 ini untuk dapat menyamai laba bersih perusahaan seperti tahun 2023.

Grafik PBV BIRD 10 tahun terakhir

Jika dilihat Grafik PBV Bird dari hasil tangkapan layar Stockbit diatas maka harga saham BIRD saat ini Rp 1780 sudah price in.
Perlu dilihat kinerja BIRD di Q1 2024 apakah ada kenaikan sebesar 20% untuk dapat menyamai kinerja 2023.
Kita tunggu saja LK Q1 2024 BIRD.

Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 





Laba Bersih ACES 2023 763M

ACE HW akhirnya mengumumkan laporan keuangannya dan hasilnya Laba bersihnya naik secara YoY dari 673,6M Full year 2022 menjadi 763M Full year 2023, dapat dilihat pada gambar dibawah.
Namun jauh meleset dari estimasi perhitungan laba bersih yang saya hitung disini yaitu 805,7M.


Dengan kenaikan Laba Full year ini maka ACE HW sudah berhasil melakukan turn around pada tahun 2023 ini dari penurunan kinerjanya sejak covid 2020.
Dari data penjualan ACES jan & feb 2024 pun omzetnya mengalami kenaikan 10~15% dapat dilihat disini .

Sejauh ini menurut saya ACES masih layak untuk di Hold, jka dilihat pada tabel stockbit dibawah Laba bersih tahun 2023 sudah melampui Laba bersih tahun 2020.
dengan asumsi kenaikan 10-15% kinerja pada tahun 2024 ini maka Laba bersih ACES bisa berkisar 839M~ 877M. dan untuk PBV ACES sendiri saat ini masih jauh dari rata-rata PBV ACES yaitu 4~8x 
Grafik PBV ACES selama 10 tahun terakhir. properti of stockbit

Jika ACES berhasil mempertahankan kenaikan kinerjanya dalam 2-3 tahun kedepan maka bukan hal yang sulit untuk harga Saham ACES kembali mencetak ATHnya.

Beberapa hal yang menjadi resiko ACES saat ini adalah pembatasan import yang diberlakukan oleh pemerintah indonesia, hal ini akan menghambat supply barang ACES,
semoga pihak managemen mempunyai solusi yang berkesinambungan untuk mengatasi pembatasan import ini. juga kondisi ekonomi macro yang tidak menentu.
Baik sekian dulu ulasan saya mengenai ACES kali ini.

Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 








2024-03-20

Data Penjualan ACES Februari 2024 sudah keluar, dapat dilihat pada tangkapan layar Stockbit dibawah.


ACES kembali mencatatkan kenaikan kinerja, Penjualan ACES selama februari 2024 sebesar 601M naik 20% dibanding penjualan bulan februari 2023 senilai 501M


Sepanjang tahun 2024 ini ACES sudah mencatatkan penjualan sebesar 1,265T naik 10% dibanding tahun 2023 sebesar 1,108T. 

Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 






2024-02-22

ACE Hardware on Track to Net profit All Time High

Sebagai seorang yang menganut analisa fundamental, penting untuk terus memantau perkembangan emiten yang dimiliki.
Saat ini saya memiliki Ace Hardware sebagai penghuni portofolio saya yang bobotnya >70%.
oleh sebab itu fokus saya sekarang hanya di perkembangan 1 emiten ini dan emiten ini pun rutin untuk mengeluarkan kinerja omzet bulanannya sehingga lebih mudah untuk di pantau.
Baru baru ini stockbit mengeluarkan data omzet bulan januari 2024 untuk Ace Hardware, dapat dilihat dari tangkapan layar dibawah.


berdasarkan data ini maka ACE Hardware masih mencatatkan kenaikan pendapatan, saya membuat rekapan kinerja omzet bulanan ACE Hardware dari tahun 2022, Berikut tabelnya


dari tabel rekapan ini dapat dilihat bahwa Ace Hardware konsisten bertumbuh secara Yoy sejak tahun 2022 dimana kinerjanya berada di bottom pada waktu itu.
Untuk tahun 2023 sendiri saya sudah membuat ulasan forecast net profitnya disini.

Nah bagaimana selanjutnya, bagi saya selama ACES tetap mencatatkan kenaikan pendapatan maka emiten ini masih layak untuk di hold. 
Semoga saja pihak managemen bekerja dengan baik dan perusahaan dapat terus berekspansi dan bertumbuh.
Sejak penggabungan portofolio saya dari Mandiri sekuritas ke Mirae sekuritas maka portofolio ACES saya nampak seperti berikut 
cukup memuaskan bagi saya meskipun mungkin banyak dari investor lain yang mungkin mendapatkan retur ribuan % selama 2 tahun. Saya tetap fokus pada emiten ini dan semoga harga sahamnya bisa mencapai ATH nya kembali di Rp 1900an.

Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst