2.2
Tangan dingin, tulang dingin, susahnya bukan main. Peruntungan ini
mendorong jadi pengemis. Membanting tulang untuk melewati hari akhirnya
secara membungkuk-bungkuk untuk hidup.
2.3
Peruntungan ini tulangnya sangat ringan.Berusaha kerja, kerja pun susah
jadinya. Sanak saudara, istri dan saudara susah diandalkan. Pindah ke
lain kampung jadi gelandangan.
2.4
Peruntungan ini tidak mendatangkan rejeki. Di halaman rumah tidak
terdapat pohon yang berhasil. Seluruh saudara tidak dapat diandalkan.
Pindah ke lain kampung malah jadi orang tua nganggur.
2.5
Nasib ini tidak dapat peninggalan harta warisan. Rumah tinggalnya
seperti rumah kosong. Sanak saudara susah semua. Sepanjang hidupnya
menanggung capai-lelah saja.
2.6
Hidupnya berpakain saja susah payah. Berusaha terus-menerus tiada
hentinya. Hingga pindah ke lain tempat, berdaya upaya akhirnya dapat
berpakaian sekedarnya saja.
2.7
Sepanjang hidupnya bawa caranya sendiri saja. Tidak dapat leluhur untuk
jadi sandaran. Dengan seekor kuda dan senjata pergi merantau. Dari muda
hingga tua tidak dapat apa apa.
2.8
Sepanjang hidup melakukan kerja seperti tertiup angin. Harta benda dari
leluhur seperti dalam impian. Walaupun di Kwe Pang atau ganti nama Marga
dan Nama harus ganti dua sampai tiga kali.
2.9
Umur muda batas nasib masih belum dirasakan. Lalu ada nama baik dapat
jadi. Harus menunggu 4 tahun baru dapat berdiri sendiri. Pindah tempat
menganti nama marga baru dapat diperbaiki.
3.0
Capai lelah dihidup dalam susah. Lari ke Selatan dan ke Barat tidak
istirahat. Kalau mao bersusah payah, bekerja yang rajin dan hemat pada
hari tuanya tidak usah merasa sedih.
3.1
Capai repot mencari dalam susah sampai pada waktu awan terbuka dan
matahari terlihat. Sampai pada waktu awan terbuka dan matahari terlihat,
karena sukar dapat pondasi untuk berdiri sendiri. Pada umur pertengahan
makan pakaian perlahan-lahan tercukupi.
3.2
Waktu muda usaha sukar berhasil, perlahan lahan ada sumber seperti air
yang mengalir. Sampai pada umur pertengahan makan pakai cukup. Nah, pada
waktu itulah nama dan hasil dapat diterima.
3.3
Pada waktu muda kerjapun sukar berhasil, segala daya upaya digunakan
dengan kesungguhan hati. Begitu lama masih seperti air mengalir pergi,
kemudian peruntungan bisa dapatkan keberuntungan.
3.4
Peruntungan ini rejekinya tidak dapat diterka bagaimana. Di rumah banyak
tersedia pakaian orang suci. Berpisah dari orang tua/ keluar rumah baru
dapat menjadi baik. Akhirnya tokh akan berdoa Omitofo.
3.5
Hari biasa ukuran rejeki tidak mencukupi, harta peninggalanpun tidak
seberapa. Berusaha hanya hidup lumayan, tetapi begitu waktunya tiba
makan dan pakai melebihi dari sebelumnya.
3.6
Tak usah bercapai lelah untuk melewati hidup, karena memiliki buah
keberuntungan tidak sedikit. Siang-siang telah ada bintang rejeki yang
menyinari, ditanggung kau punya pergi segala usaha berhasil.
3.7
Nasib ini segala apa susah terjadi. Bantuan adik & kakak sedikit
sekali. Harus bekerja sendiri. Meski ada warisan dari orangtua datangnya
terlihat perginya tidak ketahuan.
3.8
Dalam hidupnya selalu mulia, siang siang masuk sekolah namamu tentu
harum. Tunggu sampai umur tiga puluh enam, baju biru berganti baju
merah.
3.9
Peruntunganmu sampai tua tidak baik, meski capai kerja habiskan tenaga
hasilnya kosong. Capai hati capai tenaga berusaha, akhirnya dapatnya
seperti dalam impian.
4.0
Walau hidupmu makan pakai sederhana, segala hal ada dalam hati dan
tujuan yang tetap. Kesulitan yang lampau telah dilewati, tetapi akhirnya
tentu dapat dirasakan kesenangannya.
4.1
Hidupmu selalu tidak sama, anda harus bisa hidup melihat keadaan. Umur
setengah tua dapat hidup seperti orang hartawan, pada awalannya tidak
dapat dikatakan.
4.2
Dalam keadaan sulit ketemu kesulitan, buat apa terlalu disesalkan.
Sampai pada umur pertengahan rejeki akan tiba. Nah, di waktu itulah
segalanya akan terselesaikan.
4.3
Jadi orangnya hatinya mulia dan pintar, segala perkerjaan tentu dapat
bantuan Kwi Jin. Pakaian bagus telah disediakan oleh Thian, tak usah
capai capai hidupnya senang.
4.4
Segala urusan dari Thian tak usah diminta minta, harus tahu rejekimu
mengandalkan dari orang lain. Waktu muda keuangan susah seperti yang
diinginkan. Pada umur lanjut sudah pasti hidup senang.
4.5
Keberuntungan anda akhirnya bagaimana, mula mula susah akhirnya membaik.
Dalam hidup sukar memelihara anak lelaki maupun perempuan. Dari sanak
saudara juga tak banyak bantuan
4.6
Timur, Barat, Selatan, Utara semua dijelajahi. Ganti nama marga dan
pindah tempat kan merasa lebih baik. Makan pakai serba tidak kurang,
sudah ditentukan oleh Thian. Pada umur setengah tua hingga tua sama
saja.
4.7
Nasib orang ini sudah tua baru senang, istri dan anak mulia memang sudah
ditentukan. Sepanjang hidup memang ada murah rejeki. Sumber keuntungan
ada seperti mata air.
4.8
Waktu muda peruntungan belum bisa didapat, tidak usah banyak pusing sama
saja susah. Bersaudara 6 orang tidak ada yang dapat diminta bantuan,
hidup sendiri kerja keras di hari tua barulah mendingan.
4.9
Orang ini rejekinya tidak ringan, kerja sendiri, berdiri sendiri
kemakmuran diambang pintu. Selain kaya mulia, semua orang
menghormatinya. Dari pegawai rendah hingga tingkat karyawan tingkat
tinggi semuanya selamanya tersedia.
5.0
Untuk hasil dan nama dilakukan dengan tekun, umur pertengahan rejeki
banyak datang. Umur tua bintang kekayaan menyinari, tak usah
dibandingkan dengan yang lampau karena sudah di depan mata.
5.1
Seumur hidup serba mewah, urusanpun mudah. Tak usah capai capai rejeki
dengan sendirinya datang. Kakak beradik, paman, keponakan semua akur.
Rumah tangga, harta benda rejeki semua seperti yang diinginkan.
5.2
Sepanjang hidup segala urusan dapat dilaksanakan, tak usah cape repot
dan lelah dengan sendirinya berhasil. Dalam pergaulan dapat sambutan
yang hangat, harta benda makmur memuaskan hati.
5.3
Ini orang rejekinya bagus, membangun rumah tangga dan harta ada di
antaranya. Seumur hidup makan pakai sudah pasti. Jodoh seorang yang
termasuk di kalangan orang yang kaya.
5.4
Ini orang rejekinya makmur, kepintaran cukup & pekerjaan memuaskan.
Pakai cukup makan cukup, kesenangan memuaskan. Betul-betul ialah seorang
yang disebut seorang hartawan.
5.5
Melarikan kuda dengan pecut untuk mendapatkan nama baik, masih muda
kerja baik dapat pujian orang. Pada satu soal rejeki datang sebagai
sumber air, kekayaan kemuliaan mengharumkan seluruh sanak keluarga.
5.6
Orang ini menjalankan susila dengan benar, seumur hidup sejekinya tak
habis-habis. Manis, asam, pahit, pedas semua telah dicicipi, penghasilan
dan kesenangan mengalir lalu tersimpan dengan aman.
5.7
Rejekinya makmur segala hal dapat tercukupi, seumur hidup gembira
mendapat anugerah Thian. Nama terkenal membuat orang ingin hidup seperti
kemana ia mau pergi seperti Dewa.
5.8
Seumur hidup makan pakai memang datang, nama & hasil keduanya
lengkap, kaya & senang keduanya mengikuti. Nama & hasil setelah
cukup, maka rejeki dan makmur akan mengikuti. Seperti memakai pakaian
bagus, ikat pinggang dari batu giok, jalanpun di lantai emas.
5.9
Orang ini pintar dan berbudi, maka dapat sekolah tinggi hingga lulus.
Tentu berada diantara orang orang bertitel, dengan pecut melarikan kuda
mendapatkan nama harum.
6.0
Lulus ujian disekolah mendapat nama baik, dapat meneruskan kemuliaan
leluhur. Pakaian yang telah telah ditentukan tidak kurang sedikitpun.
Sawah, kebun, uang, kain sutera, pokoknyasemuanya makmur.
6.1
Tidak dapat berpangkat atau berpengaruh tetapi ditetapkan didunia
sebagai orang kaya besar. Dengan kepintarannya semua kitab-kitab dapat
dikuasai, dengan itu namanya harum dan agung karenanya.
6.2
Nasib ini rejeki tidak sedikit, sekolah tentu dapat gelar tinggi.
Pakaian bagus, ikat pinggang emas dan berpangkat maka kaya dan mulia
tidak ada yang menyamai.
6.3
Nasib ini kedudukan tinggi dan banyak rejeki, memiliki kekayaan,
kemuliaan yang luar biasa. Nama terkenal, rumah bagus dan keharuman
namanya tercium didunia.
6.4
Orang ini kekuasaannya tinggi tidak tertandingi, pakaian berpangkat
duduk ditingkat yang tinggi. Kekayaan dan kemuliaannya tidak ada yang
menyamainya, ternama dari dahulu hingga sekarang.
6.5
Orang ini memiliki kekayaan, kemuliaan tidak kecil dan tidak ada yang
dapat mengimbanginya. Dapat menentramkan negara, menyelamatkan kota, dan
mengatur masyarakat maka nama harumnya terdengar kesuluruh pelosok.
6.6
Orang ini berada di antara para hartawan, tumpukan emas dan permata
memenuhi ruangan. Memiliki kekayaan yang dianugerahkan Thian, kedudukan
dan nama harum termasyur mengharumkan sanak keluarga.
6.7
Sejak lahir rejekinya telah tersedia, kebun, sawah, harta benda juga
banyak. Selama hidupnya tidak pernah kurang berpakaian mewah, perjalanan
hidupnya maju dikarenakan segalausaha mudah terlaksana.
6.8
Kekayaan, kemuliaan tidak usah diminta karena sudah disediakan Thian,
berlaksa emas, harta benda tidak usah diusahakan lagi. 10 tahun kemudian
sudah tak dapat dibandingkan lagi, harta leluhur diumpamakan perahu
diatas air.
6.9
Orang ini tergolong dari bintang baju hijau, seumur hidupnya mewah
karena kekayaannya sudahditakdirkan Thian. Banyak orang iri hati
melihatnya, melewati hidupnya cukup senang dan memuaskan.
7.0
Orang ini rejekinya tidak ringan mengapa harus bersedih dan capai hati.
Kekayaan, kemulian telah disediakan Thian, berpakaian yang bagus dan
bertempat tinggal di gedung yang indah.
7.1
Orang ini besarnya tidak sama seperti orang lain, bergaul di antara
orang berpangkat sepanjang hidupnya sebagai seorang hartawan. Mewah,
mulia, agung memang dasar bakatnya.
Aplikasi Berat tulang
Klik Disini