2023-09-30

Watchlist GGRM, HMSP, SIDO, ERAA September 2023

Bulan september sudah habis selamat datang bulan oktober. Bagaimana dengan kinerja porto teman-teman semua? porto saya sendiri praktis 2 bulan ini bergerak flat. setelah dibulan agustus kinerja porto saya -0,3 dan bulan september ini kinerja porto saya flat hanya naik 1,97% saja. Semoga dibulan oktober kinerja porto saya lebih membaik.
baik langsung kita bahas saja mengenai emiten yang masuk dalam watchlist saya dibulan oktober.
1. GGRM

Setelah di awal agustus harga saham GGRM turun dari 30rban ke level 24rban dan selama 2 bulan GGRM bergerak disitu-situ saja sepertinya penurunan GGRM sudah tertahan di level MA200 nya.
hal ini menjadi menarik untuk saya menambah bobot di GGRM. 
Kinerja GGRM sendiri sebetulnya sudah mengalami perbaikan dibanding tahun lalu dapat dilihat dari tabel RTI dibawah. 


Namun harga sahamnya tidak kemana-kemana sejak laporan Q1 2023 nya diumumkan ini menjadi peluang yang baik untuk saya menambah bobot GGRM.
di harganya saat ini Rp24.600 menunjukkan nilai pbvnya 0,8x dengan PER disetahunkan 7,2x 
jika GGRM membagikan dividen setara dengan nilai tahun lalu maka yieldnya menjadi 4,88% tidak terlalu baik tapi jika ditarik kebelakang sejarah pembagian dividennya GGRM pernah membagikan dividen dengan nilai Rp 2.250 dan Rp 2.600 jika tahun 2024 nanti dividen yang dibagian senilai ini maka akan menjadi menarik.
kesimpulannya kinerja GGRM yang sudah membaik dibanding tahun lalu dan valuasi yang masih murah dengan pbv 0,8x dan harga saham yang belum mencerminkan harga wajarnya menjadi menarik untuk di koleksi.


2.HMSP
ini saham rokok kedua yang masuk dalam watchlist saya, pernah mengalami pengalaman buruk dengan emiten ini dengan cutloss yang sangat dalam dari level 3rban sampai 1rban.


Baik mari kita menganalisa mengenai emiten HMSP, kinerja harga sahamnya sendiri mengalami kenaikan pada awal tahun dari level 800an ke level 1200an namun pada akhir maret 2023 harga sahamnya kembali mengalami penurunan sampai pada level 870an saya juga tidak tahu sampai serendah apa HMSP akan turun. 
Dengan harganya saat ini Rp 865 menunjukkan valuasi pbv 3,94x dengan PER 13,42x, HMSP memang memiliki pbv yang premium di karenakan sejarah perusahaannya sebagai market leader dan terus mengalami pertumbuhan yang konsisten sampai pada tahun 2020 kinerja HMSP menurun. 

untuk tahun 2023 ini sendiri sebetulnya kinerja HMSP sudah lebih membaik dibanding tahun 2022.
sebagai perusahaan yang memimpin pasar kenaikan dan penurunan kinerja HMSP sebetulnya lebih stabil dibanding perusahaan kompetitornya.
kesimpulan dengan pbv 3,94x valuasi HMSP masih terasa mahal dengan ROE 29,38%. Namun HMSP tetap masuk dalam watchlist saya menunggu valuasinya lebih murah lagi.


3.SIDO
Emiten ini sudah masuk dalam watchlist saya beberapa bulan terakhir harganya sudah turun terus dari awal maret 2023 sampai hari ini. 
Ini disebabkan pertumbuhan kinerja SIDO yang sudah terhenti. dapat dilihat pada tabel RTI dibawah, kinerja SIDO tahun 2023 sama dengan kinerjanya ditahun 2022. 
Harapan market kinerja SIDO dapat terus bertumbuh ternyata tidak sesuai dengan kenyataan dengan valuasinya ketika di harga Rp 1000 / lbr sama dengan pbv 10x ini sudah sangat premium namun kinerjanya yang tidak sesuai menyebabkan harga sahamnya turun terus sampai pada valuasi pbv 5,4x dan per 19,7x pada harga Rp 590. 
Pergerakan harga saham SIDO kedepan sepertinya akan sangat tergantung pada kinerjanya di Q3 2023, besar kemungkinan kinerja akan menurun karena pihak top managemen sendiri merevisi target kinerjanya ditahun 2023 ini. untuk mengalami rebound harga di Q3 2023 ini sepertinya SIDO harus mencetak laba yang lebih tinggi dari Q3 2022 jika kinerjanya masih sama besar kemungkinan harga sahamnya tidak kemana-mana atau malah turun.

4. ERAA  
Mirip dengan SIDO kinerja pertumbuhan ERAA pun terhenti pada tahun 2022, tahun 2022 ERAA mencetak laba yang hampir sama dengan tahun 2021 namun untuk valuasi harga sahamnya sendiri tidak semahal SIDO dengan harga saham saat ini Rp 452 maka pbv ERAA 1x dan PER 7,8x.
menurut saya di harganya saat ini ERAA sudah berada pada harga wajarnya tidak mahal dan tidak murah juga.
ERAA masuk dalam watchlist saya sambil menunggu MOS ( margin of safety ) yang cukup dan juga menunggu bagaimana kinerja ERAA di Q3 2023 ini.


Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 













2023-09-22

Pelajaran baru mengenai Fundamental TKIM

Mengulas catatan saya mengenai kinerja TKIM yang zonk pada Q1 2023 disini 
Saya perlu akui saya masih harus belajar mengenai Fundamental perusahaan yang kompleks didukung oleh banyak faktor.


dari kasus TKIM diatas dapat dianalisa bahwa pada saat TKIM mengumumkan kinerja Q1 2023 yang buruk market langsung merespon dengan turunnya harga saham TKIM karena penurunan kinerja TKIM sangat dalam sih dapat dilihat dari tabel RTI diatas.

Ketika laporan keuangan Q1 diumumkan harga saham TKIM langsung ARB dan mentok di harga Rp 6.150 di hari selanjutnya harga saham TKIM juga mengalami penurunan dan ditutup pada harga Rp 5.850 dan seterusnya bergerak sideway dengan harga terendah Rp 5.600 pada tanggal 22 Mei 2023.

Mengapa harga saham TKIM tidak turun lebih dalam lagi mungkin dapat disimpulkan bahwa pada harga Rp 5.850 pbv TKIM sudah di angka 0.54X dan penurunan profit TKIM lebih banyak disebabkan kerugian kurs yang sebetulnya adalah bukan kerugian yang terealisasi tapi merupakan kerugian pencatatan laporan keuangan yang memang mungkin saja terealisasi jika transaksi dilakukan saat itu.

Setelah laporan Q2 keluar maka kinerja TKIM membaik Q2 2023vs Q1 2023 meskipun secara Yoy tetap saja kinerja keuangan TKIM turun. 
31 jul 2023 TKIM mengumumkan laporan keuangannya dengan kenaikan profit Q1 vs Q2 dan market tidak memberikan respon apa-apa pada 1-2 hari setelahnya. 
Baru pada hari ke 3 market mulai merespon dan harga saham TKIM masuk dalam trend Bullish sampai pada hari ini 21 september 2023 harga saham TKIM sudah diangka Rp 9.700 dengan pbv 0.9x

Maka dapat apakah dapat disimpulkan bahwa perusahaan dengan kinerja pertumbuhan yang cukup pesat di beberapa tahun terakhir kinerjanya dan tiba-tiba kinerjanya merosot namun dikarenakan pbvnya sudah rendah maka penurunannya pun terbatas dan setelah laporan keuangan kwartalan berikutnya diumumkan dan kinerja perusahaan mengalami perbaikan yang cukup tinggi maka harga sahamnya pun mengikuti. silahkan disimpulkan sendiri
catatan ini memberikan pelajaran bagi saya yang cukup mahal karena saya cutloss TKIM diharga Rp 5.750 dan itu menjadi keputusan yang buruk dalam perjalanan investasi saya. 


Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 




kinerja ACES di agustus 2023

 https://stockbit.com/post/12359036

Data Penjualan ACES bulan Agustus 2023 sudah keluar, dari data diatas yang di dapat dari halaman stockbit maka total Penjualan Aces sampai Agustus 2023 dapat dilihat pada tabel dibawah


pada bulan agustus 2023 ACES kembali mengalami kenaikan penjualan dibandingkan penjualan agustus 2022. Dengan demikian dari data diatas dapat disimpulkan selama tahun 2023
6 bulan dari 8 bulan yang sudah release datanya penjualan aces mengalami kenaikan
1 bulan mengalami penurunan penjualan yaitu pada bulan Februari 2023 dan 
1 bulan penjualannya hampir sama dengan tahun 2022 yaitu pada bulan Mei 2023

masih tersisa 4 bulan lagi menutup tahun 2023 bagaimana kinerja ACES selanjutnya tanpa promo BOOM sale. Apakah ACES dapat terus mempertahankan pembalikan kinerjanya dari titik terendahnya?

Jika ACES mendapatkan kembali iramanya dan kembali merebut market share yang sudah diambil oleh kompetitornya maka bukan tidak mungkin harga saham ACES bisa kembali > Rp 1.000/lbr

Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 


2023-08-24

Omzet Penjualan ACES Juli 2023


https://snips.stockbit.com/snips-terbaru/formula-hba-direvisi-lagi-apa-dampaknya-untuk-saham-coal

Dari kutipan berita diatas saya input dalam tabel data penjualan yang saya kumpulkan maka akan didapat data Penjualan Omzet ACES sampai Juli 2023 Senilai kurang lebih 4,254 T



kenaikan penjualan ACES juli 2023 dibanding juli 2022 disebabkan pada bulan juli-agustus 2023 ACES meluncurkan program BOOM SALE sampai 30 Agustus 2023 sehingga meningkatkan omzet penjualan dan dapat dikatakan program ini cukup berhasil.
sampai sejauh ini ACES masih mencatatkan kenaikan kinerja namun harga sahamnya sendiri hanya berputar di kisaran Rp 680-790/lbr. Dikarenakan menurut market valuasinya sudah price in dengan PBV 2,3x dan PER 21x di harga Rp 760. 

Masih perlu pembuktian beberapa kali laporan keuangan lagi sebelum ACES bisa kembali ke harga sebelum Covid dengan catatan kinerja ACES bisa kembali seperti sebelum Covid.
Baiklah kita tunggu saja dengan sabar selama kinerjanya tetap membaik maka harga sahamnya pun akan mengikuti.

Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 

2023-08-06

Prospek Harga Saham Blue Bird setelah Royalti 2% diterapkan.

Seperti yang saya ketahui dari prospektus saham BlueBird seperti terlihat pada tangkapan layar dibawah. 
Blue Bird akan menerapkan tarif royalti sebesar 2% dari pendapatan bersih perusahaan terhitung mulai agustus 2023 yang akan dipotong setiap akhir tahun.

Melihat laporan keuangan BIRD pada 1H2023 seperti tangkapan layar dari RTI dibawah maka eps BIRD untuk 1H2023 yaitu sebesar 103 jika disetahunkan menjadi 206. Pendapatan bersih BIRD 1H2023 sebesar 2T.

Baik mari kita hitung secara kasar jika pendapatan dan laba bersih BIRD di paruh ke 2 2023 sama dengan paruh pertama 2023 maka pendapatan BIRD akan menjadi 4T dan epsnya menjadi 206 atau setara dengan laba bersih 515M.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa transportasi dan melihat perekonomian yang sedang stabil di indonesia dan cenderung bertumbuh, sepertinya kita bisa berharap kinerja 2H2023 (paruh ke 2) dari BIRD minimal bisa menyamai 1H2023 (paruh pertama). Melihat trend kenaikan pendapatan BIRD yang terus bertumbuh dari tahun 2022 dan penambahan armada baru saya yakin seharusnya BIRD bisa memperoleh kenaikan pendapatan di 2023 ini.

Dengan asumsi diatas dan berlakunya tarif royalti 2% dibulan agustus 2023 maka BIRD harus membayar royalti sebesar 40M( 2T pendapatan dimulai dari bulan agustus X 2% ) pada akhir tahun 2023.
Maka asumsi laba bersih BIRD senilai 515M - 40M = 475M setara dengan eps 190 dengan harga saham hari ini di Rp 2.300 maka ratio PER BIRD berada di 12,1X masih ada celah kenaikan PER BIRD yang biasanya ada di angka 19-20X dalam keadaan normal.

Jika BIRD membagikan dividen sebesar 50% dari eps maka dividennya bernilai 95/lbr maka dengan harga saham hari ini di Rp 2.300 maka yield BIRD sebesar 4,75% tidak terlalu bagus tapi sudah lebih baik daripada bunga deposito. Dengan harga perolehan saya di Rp 1.750 maka yield BIRD sebesar 5,1% tidak cukup besar juga tapi sudah lumayan.

Baiklah ini hanya hitung-hitungan amatir saja dengan asumsi yang mungkin jauh dari sempurna juga, mari kita lihat saja bagaimana pergerakan saham BIRD sampai akhir tahun 2023 ini. Target price saya jika kinerja BIRD sesuai ekspektasi ada di Rp 3600/lbr.

Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya. Do Your own Analyst 





2023-08-01

Kinerja ACES, BIRD dan GGRM 1H2023

ACES

Laporan keuangan Q2 untuk emiten ACES sudah terbit dan sesuai perhitungan saya di link berikut
Laba ACES sebesar 302M dengan penjualan 3,63T dengan demikian NPM ACES 8,3% untuk 1H2023 ini, selisih sedikit dengan data yang saya kumpulkan dan prediksi Net profit yang saya hitung. 

pada laporan keuangan diatas total laba komprehensif yang dapat di distribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami kenaikan dari 242M pada 1H2022 menjadi 302M pada 1H2023. hampir 20%, awal yang baik untuk sebuah permulaan turn around dari perusahaan retail. 

masih perlu menunggu kinerja ACES sampai Full year 2023 untuk dapat dikatakan ACES berhasil melakukan turn around kinerjanya. 

Hari ini 1 Agustus 2023 harga saham ACES ditutup di harga Rp 675 turun -6,25% dan pbv 2,05x, melihat kinerja ACES yang membaik penurunan seperti ini saya yakin sebagai sebuah kesempatan untuk menambah muatan.


BIRD

Dari laporan keuangan BIRD 1H2023 yang sudah terbit maka dapat dikatakan BIRD sudah berhasil melakukan Turn around kinerja perusahaan dari masa sulit Covid.
Pada tahun 2022 sendiri BIRD sudah berhasil mencetak laba FULL year lebih besar dari pada tahun 2019 sebelum masa covid yaitu 314M (2019Fullyear) vs 358M(2022Fullyear) 

sampai 1H2023 BIRD sudah berhasil mengumpulkan laba bersih sebesar 259M jika di setahunkan maka angkanya menjadi 518M jauh lebih tinggi dari laba bersih full year tahun 2022 dan 2019 pra covid. Namun untuk laba tahunan 2023 BIRD masih berupa forecast dan perlu menunggu sampai akhir tahun 2023. Tetapi dari perolehan laba bersih BIRD quarter to quarter menunjukkan peningkatan jadi dapat dikatakan kinerja BIRD sudah balik bertumbuh.

Hari ini 1 Agustus 2023 harga saham BIRD ditutup di harga Rp 2.179 turun -3,56% dan pbv 1,02x.
saya rasa tidak perlu kuatir dengan penurunan sesaat dari harga saham karena melihat kinerja BIRD yang outstanding saya percaya perjalanan BIRD menuju puncak masih dapat tercapai.


GGRM

Baik, ini emiten dengan porsi paling kecil dari 3 pilihan emiten saya. 
Dilihat dari laporan keuangan 1H2023 GGRM pendapatan Gudang Garam turun dari 61,6T 1H2022 menjadi 55,8T 1H2023 tetapi laba bersih Gudang Garam meningkat dari 956M 1H2022 menjadi 3,2T 1H2023. Gudang Garam berhasil menekan biaya pokok penjualan sehingga laba brutonya meningkat cukup tinggi dapat dilihat pada laporan dibawah.



jika dibedah lebih dalam lagi untuk biaya pokok penjualan bisa dilihat pada laporan dibawah

pada biaya Pita cukai, PPN dan pajak rokok Gudang Garam mengalami penurunan biaya pita cukai yang cukup besar. Dari penurunan biaya ini yang menyebabkan laba Gudang Garam mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Dengan melihat laporan keuangan yang sudah terbit diatas semua kinerja perusahaan masih sesuai harapan jadi saya masih tetap hold semua emiten yang sudah saya beli sebelumnya.


Disclaimer on, tulisan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat untuk saya.

















2023-07-29

AALI, ARNA dan SIDO Kinerja tidak sesuai ekspektasi

Musim Laporan keuangan Q2 2023 telah tiba, beberapa emiten sudah melaporkan Laporan keuangan kepada BEI. ada 3 emiten yang masuk kedalam radar saya dikarenakan kinerjanya yang sedang mengalami penurunan / tidak sesuai ekspektasi.

1. AALI

Dikarenakan issue lingkungan hidup yang terus digemborkan negara-negara europe maka harga komoditas kelapa sawit turun, hal ini menyebabkan kinerja AALI di Q2 menurun banyak dapat dilihat pada tabel diatas yang diambil dari RTI Business. net profit AALI menurun dari 169 menjadi 74 pada Q2, secara QoQ dari 420 menjadi 191, Alhasil ketika laporan keuangan ini terbit harga saham AALI merosot 3,75%.
Kita tunggu saja sampai seberapa turun market akan menilai harga saham AALI. 
jika harganya bisa dibawah Rp 5000 akan menarik karena pbv AALI akan menjadi 0,43x saja. 
Rentang pbv AALI selama 5 tahun terakhir berada di 0,5x sampai 1,5x.

2. ARNA
Sebagai sebuah perusahaan penjual keramik kinerja ARNA dapat konsisten mencatatkan pertumbuhan selama 5 tahun terakhir dapat dikatakan sebagai sebuah catatan yang luar biasa.
Namun pada tahun 2023 ini ARNA mencatatkan penurunan net profit apakah hal ini menandakan bisnis ARNA sudah mencapai titik jenuh atau hanya sebagai sebuah jeda sebelum ARNA melanjutkan pertumbuhannya. 
Dengan kinerja yang turun selama 2 Quarter berturut-turut market langsung merespon kinerja ARNA dengan penurunan harga saham yang cukup dalam -7,78% ketika laporan keuangan ini di publikasikan.

Track Record ARNA yang selalu mencatatkan pertumbuhan yang outstanding dari tahun ketahun membuat valuasi ARNA pun berada pada harga premium, selama 5 tahun kebelakang pbv terendah ARNA berada pada angka 2,3x.
Jika menghitung pbv ARNA 2,3 dengan book value saat ini di harga Rp 228 maka harga saham ARNA menjadi Rp 456, dengan menghitung MOS ( margin of safety ) yang cukup maka saya rasa harga saham ARNA < Rp 400 akan menjadi sangat menarik untuk di koleksi. Tetapi akankah market merespon kinerja ARNA dengan sedemikian menakutkannya, hanya waktu yang bisa menjawab.

3. SIDO

SIDO sudah mempublikasikan laporan keuangan Q2 2023 dan hasilnya flat, kinerjanya sepertinya sudah sampai pada titik puncaknya, Laporan keuangan tahunan SIDO 2022 sudah menunjukkan penurunan net profit.
apakah kinerja SIDO benar-benar sudah pada titik jenuhnya, harga saham SIDO sudah mengalami downtrend sejak titik puncaknya maret 2022 di harga Rp 1.070 sampai pada saat laporan keuangan Q2 ini dipublikasikan harganya tinggal Rp 640. 
pbv SIDO selama 5 th terakhir berada pada angka 2,5 x dan mencapai puncaknya pada angka 9,9x wow harga yang begitu premium ditetapkan oleh market. 
dengan mengambil pbv 2,5x dan book value SIDO saat ini diharga Rp 108 maka harga saham SIDO menjadi Rp 270 wah angka yang sangat kecil, saya rasa untuk consumer goods sekelas SIDO penurunan sampai di harga Rp 270 akan sulit tapi kita lihat saja respon market selanjutnya, untuk harga saham SIDO sendiri menurut saya < Rp 250 sudah harga yang terbaik bahkan saya rasa tidak mungkin turun sampai harga Rp 250 mengingat Dividen yang dibayarkan SIDO sudah diangka  >Rp30/share.
jika SIDO di harga Rp 250/ lembar maka yieldnya menjadi 12% angka yang fantastis untuk sebuah emiten consumer goods.

dari 3 emiten yang saya ulas diatas semuanya adalah dari emiten product trading, ada produk yang dijual hanya industrinya saja yang berbeda ada dari healthcare, komoditas dan building products namun ketiganya menjual sebuah produk yang nyata dan perusahaan bisa dipercaya memiliki aset produk dan penjualan yang sudah bisa dipercaya jadi tidak perlu kuatir dengan perusahaan abal-abal gak jelas.
hanya saja kita perlu sabar dan sedikit keberuntungan untuk mendapatkan moment terbaik dari penurunan harga saham. saya rasa dengan perkiraan nilai yield di angka 10% dari masing2 emiten sudah cukup baik. 
Seperti SIDO yang rajin membagikan dividen diatas Rp 30/ share maka dengan harga saham Rp 300/lbr seharusnya sudah cukup baik apalagi untuk jangka panjang dan hanya mengambil dividen saja. 
yang menjadi pertimbangan saya hanya emiten AALI karena harga jualnya tergantung dari supply dan demand market jadi diluar kendali dari perusahaan.

silahkan melakukan analisa sendiri, catatan ini bukan ajakan untuk membeli saham tertentu tapi hanya sebagai pengingat saya ketika harga saham berada di target harga saya.
Happy Investing.